Pages

Subscribe:

Tuesday, September 20, 2011

One-Stop Shop, Sistem Pembayaran Baru ala PayPal

PayPal meluncurkan sistem pembayaran yang menggunakan peranti bergerak (mobile payment). Sistem ini tidak memakai teknologi near-field communication (NFC) yang ada di dalam smartphone.
 
Sistem yang disebut dengan one-stop shop ini menggunakan smartphone dan peranti bergerak lainnya untuk men-scan barcode produk dan mengotorisasi pembayaran melalui mobile account PayPal.

Selain itu pengguna juga dapat memanfaatkan terminal scanning kartu kredit yang biasa ada di toko. Di sini caranya, pengguna memasukkan nomor handphone dan PIN pada tombol keypad terminal tesebut. Ini sebagai ganti dari penggesekan kartu kredit.

PayPal tidak menggantungkan pada teknologi NFC karena menurut Scott Thompson, President PayPal, agar konsumen dapat melakukan pembayaran dengan peranti apa saja. Kompetitornya seperti Google, MasterCard, Visa, dan lainnya, sebagai penyelenggara mobile payment, menggunakan NFC yang sudah dibenamkan di dalam smartphone. PayPal saat ini merupakan perusahaan jasa pembayaran online dengan tak kurang dari 100 juta pelanggan.

Pada blognya, Thomson mengemukakan bahwa produk dan layanan PayPal lebih detil dapat disaksikan di X.commerce Innovate Conference yang diselenggarakan pada 12-13 Oktober 2011 di San Francisco. Di sana pengunjung dapat mencobai produk dan layanan PayPal dan mengalami sendiri berbelanja dengan cara baru.

"Kami semua tahu bahwa berbelanja memang menyenangkan, namun tidak demikian saat melakukan pembayaran," tulis Thompson pada blognya. "Tak seorang pun suka berdiri di antrian. Tak seorang pun suka menunggu proses pembayaran di restoran. Di PayPal, kami ingin Anda terbebas dari cash register."

PS Vita Unjuk Gigi di Tokyo Game Show

Guncangnya industri teknologi di Jepang pascagempa dan tsunami rupanya tak membuat ajang Tokyo Game Show (TGS) ditunda seperti beberapa gelaran serupa.
Festival game besar yang berlangsung di Makuhari Messe - Tokyo, tanggal 15-18 September 2011 lalu nyatanya berlangsung meriah dengan tak kurang dari 140 stan perusahaan game yang tampil.
Selain Nintendo dan Xbox, konsol baru yang sangat menyita perhatian publik adalah PlayStation Vita (PS Vita) yang merupakan generasi baru PSP yang amat populer di dunia.
Detail Vita sendiri tak jauh beda dengan pendahulunya. Namun kini layar OLED 5" di Vita bisa diakses dengan cara sentuh (touchscreen). Disediakan pula pad multitouch di bagian belakang agar user dapat berinteraksi langsung dengan game-game 3D yang membutuhkan gerakan khusus, seperti sentuhan, mengambil, menyusuri, mendorong dan menarik.
Konsol berukuran 18,2 x 8,4 x 1,8 cm ini didukung prosesor quad-core A9 ARM Cortex dengan GPU PowerVR SGX543MP4+ sebagai pemproses grafis.
Kelengkapan lain yang disediakan cukup banyak, meliputi kamera depan dan belakang yang berguna untuk chat, built-in GPS (3G/Wi-Fi model), six-axis motion sensing system, three-axis electronic compass, koneksi Bluetooth, slot memori, port USB, audio serial data, dan speaker serta mikrofon terintegrasi. Konsol ini juga dapat dihubungkan dan menjadi kontrol pada PS3
Cukup banyak gamer yang penasaran dengan Vita sehingga di ajang TGS kali ini, Sony menggelar lebih dari 80 kios demo yang ramai diantri dengan jatah bermain hanya selama 10 menit per orang.
Kabarnya, tidak kurang dari 40 game baru siap dirilis akhir tahun ini bersama Vita. Agaknya Sony tak ingin mengecewakan penggemar konsol seperti yang terjadi pada Nintendo 3DS yang muncul perdana dengan hanya sedikit judul game.

Acer To Intro US Model of S3 Ultrabook Next Month, and It Might Surprise


With laptops diversifying in multiple directions, major PC vendors this week leveraged a New York City press event to trot out new models ranging from Toshiba's glasses-free 3D notebook to a small slew of ultrathin models, including the first ultrabook from Acer for the US market.
Acer will officially announce the US edition of its Aspire S3 Ultrabook Laptop in October. The US version will come in the same form factor as its European cousin, with the same height of 1.3 centimeters, or slightly over one-half inch. It will also ship with the same lightweight, high density battery, billed as delivering seven hours of power, along with Acer Green Instant On technology, designed to preserve battery life while also providing instant resume functionality.
Acer representatives didn't say whether the US edition will incorporate the same 13.3-inch ultra-thin HD LED display, vent-free bottom, and chiclet-style keyboard as its European counterpart, although all of that seems like a fairly safe bet given the identical dimensions.
US Edition of Acer's S3 Might Be Different
Despite the similar exterior, the US ultrabook might not offer the same processor and storage options which, in the European notebook, amount to a choice of second gen Intel i3/i5/i7 processors, plus a choice of either a 240GB SSD or 320/500GB HDD. The hard drive option also includes embedded SSD to help optimize media and data storage and speed up access.
Please pardon the cliche, but the Aspire S3 felt as light as a veritable feather in my hands, weighing in at less than 1.4 kg, or 3bs. The chiclet-style keyboard was springy and comfortable to the touch. I also noticed the lack of any heat on the keyboard or palmrest areas. Acer has managed this by placing components away from these areas, and also through an airflow design that dissipates warm air in the back of the notebook to stop air from moving back in the direction of the user's hands.
I also checked out the two sleep modes on the S3, and Acer Instant Connect, which gave me blazing fast access to the Internet. Thanks to these sleep modes, the S3 can resume in 1.5 seconds or recover from Deep Sleep in six seconds. I didn't have time during my quick hands-on to play with the integrated Acer Crystal Eye 1.3 megapixel camera and mike -- although I saw that they're in there.
Acer's Three Ultrabook Rivals
Rival ultrabooks also set for shipment this year include the equally Apple MacBook Air-inspired Asus UX21, outfitted with a very high resolution 1600-by-900 display and 256GB SSD, the Toshiba Portege Z835; and the Lenovo IdeaPad U300s, a book-shaped model that uses fans placed under the keyboard to draw in air for cooling purposes.
Also shown at Pepcom, the 13-inch Toshiba Portege, set for release in November, is even lighter than the Acer S3 at 2.45 pounds. The difference actually seemed palpable. It is also wafer-thin, measuring just 0.51-inches -- in comparison to the 13-inch Air's 0.67 inches -- at its thickest point.
To help achieve this thinness, all four vendors have left out optical drives, although the European edition of Acer's S3 does come with an integrated 2-in-1 card reader supporting SD/MMC cards. Of course, you could always attach an optical drive through a USB port. These days, though, optical drives are falling into more and more disuse, now that just about every app can be purchased for download and streaming video and YouTube are taking the place of entertainment DVDs.
Also in the interests of thinness, the PC makers tend to place most of the ports in back. For instance, the left-hand panel of the A3 contains only the two-way reader and a couple of phone jacks.
Still, vendors are managing to pack in a lot of I/O. The Toshiba ultrathin model, for example, offers three USB ports along with HDMI, VGA and Gigabit Ethernet ports. None of the first crop of ultrathins, though, is outfitted with screens supporting 1280p resolution. To view videos in full HD, you need to hook up an HDTV through the HDMI port.
A Glasses-free 3D Laptop from Toshiba
In stark contrast, Toshiba's new Qosmio F55-3D290 glasses-free 3D laptop is expressly designed for viewing videos: specifically, 3D Blu-ray movies. It also contains a feature for 2D-to-3D video conversion -- although trying that out certainly would have taken me way too long in my hands-on demo.
You can also run standard apps in 2D mode, and view those 2D apps alongside the 3D video running in a separate window. The F55-3D290 does support 1280p resolution -- yet for some reason, only on 2D images. Resolution for 3D images maxes out at 720p.
I honestly found it a true treat to watch 3D video on a 15.6-inch computer screen, unencumbered by glasses. Right out of the gate, the 3D effects looked amazingly natural, even from a side angle. A Toshiba rep told me that while the glasses-free laptop relies on traditional stereoscopic 3D technology, the display uses eye-tracking software to track users' head movements through a built-in Webcam and to make the appropriate adjustments similar to the glasses-free 3D demo at CES earlier this year.
As you'd only expect, however, the glasses-free 3D laptop -- offered with a red cover and black interior -- is relatively large and hefty. It tips the scales at 7.1 pounds without its AC adapter -- much more than double the weight of the Portege Z835 -- and measures 1.5-inches in height. Toshiba started shipping its latest Qosmio earlier this month in the US at a list pricing of $1,699.

LG Perkenalkan Optimus 2Q LU2300

LG baru saja memperkenalkan smartphone Android terbarunya yakni Optimus Q2 LU2300, yang hadir dengan side sliding QWERTY keyboard.
LG Optimus Q2 hadir dengan layar sentuh IPS berukuran 4 inci dengan resolusi WVGA. LG Optimus Q2 ditenagai oleh prosessor dual core NVIDIA Tegra 2 1.2GHz. LG Optimus Q2 dilengkapi dengan kamera 5 megapiksel dibelakang dan kamera VGA didepan.
LG Optimus Q2 pertama kali akan tersedia di Korea Selatan dalam dua varian warna yakni hitam dan putih. Sayang belum ada informasi kapan LG Optimus Q2 ini akan diluncurkan di Negara lainnya.

Samsung Meluncurkan Samsung SHARK, Rangkaian Notebook & Netbook terbaru.


Jakarta, 26 Oktober 2010 - Samsung Electronics, produsen consumer electronics terkemuka dan teknologi informasi di dunia, hari ini meluncurkan rangkaian Notebook dan Netbook terbaru yaitu Samsung SHARK dengan bentuk yang ramping dan desain yang unik. Notebook dan SHARK Netbook terbaru ini menawarkan kemudahan dalam mobilitas bagi pengguna yang juga sangat mempedulikan gaya.

Memperkenalkan desain yang unik dengan lekukannya yang akan membuat orang terkagum melihatnya. Samsung SHARK,diciptakan untuk menyesuaikan gaya hidup konsumen. Dengan tampilan luar berwarna putih gading dan menambahnya lebih elegan dengan bahannya yang mengkilat. Sedangkan bagian dalamnya dibuat sangat kontras untuk memberikan kesan bersih dan rapi dengan warna hitam pekat juga didukung dengan tombol keyboard yang nyaman. Dan untuk menambah nilai performa, Samsung SHARK juga diciptakan dengan rangka luar yang kuat sekaligus tahan goresan.
"Samsung SHARK Notebook SF410 merupakan Notebook SHARK yang pertama dipasarkan di Indonesia. Dengan desain yang sangat cantik dan elegan, Samsung SHARK Notebook SF410 sangat sesuai untuk konsumen selalu menginginkan inovasi yang mendukung gaya hidup mereka pada perangkat baru mereka," ujar Budi Santoso, Group Head IT Business PT Samsung Electronics Indonesia. “Samsung juga memberikan pilihan yang lebih mungil, yaitu Samsung SHARK Netbook NF210. Melalui peluncuran Notebook dan Netbook terbaru ini, Samsung memegang komitmen untuk selalu menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen saat ini yang memiliki gaya hidup yang lebih cerdas dan penuh gaya juga menginginkan dalam mobilitas baik untuk bekerja maupun kegiatan online.”
Samsung SHARK Notebook SF410
Untuk kategori Notebook, Samsung SHARK Notebook diperangkati dengan prosesor terkini yaitu prosesor dual-core Intel Core i5 yang memenuhi kebutuhan konsumen saat ini. Selain itu, Samsung SHARK Notebook juga hadir dengan solusi grafik hybrid dengan menggunakan dua kartu grafis yang berbeda, dari Intel yang memberi ketahanan pada baterai dan yang lainnya dari nVIDIA yang meningkatkan kualitas multimedia. Hal ini sangat mendukung aktivitas pemakai yang sering menampilkan multimedia pada Notebook namun tetap memiliki ketahanan baterai yang cukup lama.
Sesuai dengan fungsinya yang mobile, Samsung SHARK Notebook menghadirkan ketahanan baterai yang cukup baik. Samsung SHARK Notebook memiliki baterai premium Lithium Polymer yang dapat membuatnya memiliki ketahanan baterai selama 7,5 jam. Selain itu, SHARK memberikan kenyamanan lebih dengan menghadirkan fitur Express Charging. Fitur ini berfungsi untuk mengurangi waktu pengisian baterai menjadi hanya 2 - 3 jam, sehingga memudahkan penggunanya yang sering berpindah tempat.
Salah satu inovasi terbarunya, kini SHARK menghadirkan teknologi Samsung Fast Start. Teknologi Fast Start ini menghilangkan proses menunggu pada saat menyalakan seperti yang biasa terdapat pada perangkat konvensional, sehingga pengguna dengan sangat mudah membuka tampilan awal dan bekerja dalam hitungan detik. Selain itu, waktu pengguna akan semakin efisien dalam melakukan online dengan hadirnya tombol one-touch untuk pengontrolan wireless yang membuat pengguna terhubung dengan cepat tanpa langkah-langkah yang menyulitkan. Kedua fitur ini adalah kombinasi teknologi yang sangat menguntungkan bagi pengguna dan membuat anda bekerja dan online dengan sangat cepat dan efisien.
Samsung SHARK Notebook juga menjawab kebutuhan konsumen untuk selalu terhubung dengan perangkat lainnya dengan menghadirkan. Maka dari itu, Samsung SHARK Notebook SF410 menyertakan fitur USB sleep & charge yang membuat Anda dapat plug-in perangkat eksternal Anda dengan koneksi USB untuk mengisi baterai dari perangkat tanpa harus menyalakan Notebook Anda.
Samsung SHARK Netbook NF210
Samsung SHARK Netbook NF210 hadir memberikan pilihan bagi konsumen. SHARK Netbook hadir dengan desain yang unik dan ukuran yang ultra slim 11 x 7 x 1-inci membuatnya sangat nyaman untuk dibawa dan digunakan dimana saja. Samsung SHARK Netbook dirancang dengan sangat cantik dengan cover top yang mengkilap dan lekukan ergonomis pada kedua sisinya membuatnya semua orang melirik ingin memilikinya, ditambah dengan layar non-glossy yang memberikan kemudahan pengguna saat membaca konten dibawah sinar terang.

Untuk mendukung performa yang baik, Samsung SHARK Netbook memiliki prosesor Intel Atom N550. Walaupun bentuknya mungil, Netbook ini telah memiliki memori penyimpanan yang 250GB dan RAM 1GB yang sangat memadai untuk mengolah data dengan cepat. Kelebihan lainnya dari Netbook ini adalah kehadiran Windows 7 yang sudah terpasang pada saat pembelian, yang sangat memudahkan pengguna karena tidak perlu membelinya secara terpisah.

Untuk kenyamanan konsumen dalam konektivitas, Samsung SHARK Netbook dilengkapi dengan Wi-fi, built-in Bluetooth, slot media card dan USB port. Dengan fasilitas tersebut, konsumen dapat dengan mudah menghubungkan Samsung SHARK Netbook dengan perangkat lain sesuai kebutuhan.

Kemudian untuk menjawab permintaan konsumen yang memiliki aktivitas online yang tinggi, dihadirkanlah fitur Phoenix Hyperspace Software Boot yang memungkinkan Anda untuk bisa online dan melakukan sejumlah tugas lainnya. Dan sebagai pendukungnya tentunya SHARK Netbook dilengkapi dengan ketahanan baterai yang cukup baik, yaitu mampu bertahan hingga 14 jam.
Tentang Samsung Electronics
Samsung Electronics Co., Ltd. adalah pemimpin global di bidang telekomunikasi dan teknologi digital convergence dengan penjualan tahun 2008 yang mencapai USD96 milyar. Mempekerjakan sebanyak 164.600 pegawai di 179 kantor cabang di 61 negara, perusahaan dikenal sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan sebagai produsen ponsel terdepan.

Nokia Ovi Store Siap Berjualan 20.000 Aplikasi Pada Peluncurannya

Kini Nokia bisa lebih melebarkan sayapnya dengan adanya peluncuran Ovi Store yang akan segera diluncurkan beberapa waktu mendatang. Dikabarkan bahwa peluncuran Ovi Store jauh lebih baik dari peluncuran Android Market yang cuma memasarkan 50 jenis aplikasi saja.
Dikatakan bahwa di Ovi Store nanti, Anda akan siap disuguhi oleh 20.000 jenis aplikasi yang bermacam-macam yang berasal dari Nokia. Wow, angka yang cukup fantastis untuk sebuah toko baru, bukan?
Tapi angka ini memang masih jauh bila dibandingkan dengan Apple Store yang sudah lebih dulu hadir dengan konten sebanyak 40.000 jenis aplikasi yang siap diunduh oleh penggunanya.
Dari info yang ada, nantinya di Ovi Store ini, sudah termasuk di dalam angka yang ada, yaitu aplikasi untuk game, ringtone, video dan musik untuk N-Gage. Nah, jadi siap-siapkah berbelanja di Ovi Store buat Anda yang ingin mencari aplikasi yang cocok untuk ponsel Nokia Anda.

Samsung Pernah Suplai Screen untuk iPad

Mantan manajer Samsung Electronics, Suk-Joo Hwang, membuat pengakuan mengejutkan. Dalam pengadilan insider-trading dengan terdakwa eksekutif Primary Global Research, James Fleishman, Hwang mengungkap bahwa dia membocorkan data pengapalan untuk komponen Apple iPad.

Seperti dikutip dari Sidney Morning Herald, Suk-Joo Hwang yang telah bekerja selama 14 tahun di Samsung berani membuka rahasia ini setelah mendapat jaminan imunitas atas perbuatan yang dilakukannya. Bocoran soal komponen iPad ini diberikan Hwang saat makan siang di sebuah restoran di Mountain View, Californa.

Selain Fleishman, saat itu juga terdapat manajer hedge-fund, yang disebutnya sebagai "Greg". Saat itu, Hwang menjelaskan soal pengapalan Samsung yang menyuplai layar LCD (liquid cristal display) ke Apple.  "Salah satu bagian yang saya ingat jelas adalah ketika membicarakan sejumlah pengapalan ke Apple, itu adalah untuk iPad," ucap Hwang.

"Ini terjadi di Desember 2009, sebelum ada tablet PC, mereka juga belum tahu namanya saat itu, jadi saya berbicara tentang perkiraan pengapalan tablet dalam pertemuan itu," lanjut Hwang.
Apple lalu merilis di bulan April 2010, empat bulan setelah pertemuan itu.
Hwang juga mengatakan Samsung merupakan salah satu penyuplai untuk screen iPad. Selain Samsung, penyuplai screen iPad lain, menurut Hwang, adalah Seiko, Epson, dan LG.

Asisten Jaksa Antonia Apps kemudian bertanya kepada Hwang mengenai tanggapan mereka yang hadir dalam pertemuan itu. "Mereka tidak tahu," ujar Hwang.
Sedangkan, Hwang menambahkan, manager hedge-fund itu bersikap sangat "antusias".

"Faktanya, saat itu saya berkata, tolong simpan ini untuk kalian saja," ucap Hwang. "Saya ingat, setelah mengatakan itu James menganggukkan kepala."

Tapi usai membocorkan rahasia itu Hwang mengaku ketakutan. Bahkan, Hwang mengira salah satu orang yang ada di dekat meja mereka sebagai pegawai Apple, karena terus menatapnya. Ketika itu Hwang pun berusaha menyembunyikan logo Samsung dan namanya.

"Setelah mengatakan rahasia itu, saya melihat sekeliling. Pertama yang saya pikirkan,  wow, saya berkata terlalu keras dan sangat ketakutan setelahnya," tutur Hwang.

Hwang mengaku bekerja sebagai konsultan untuk Primary Global Research (PGR) sejak 2004 hingga 2010. Dia mendapatkan bayaran sebesar US$38 ribu sebagai konsultan ahli jaringan.

Usai kejadian itu, Hwang sadar kalau dia telah membocorkan data Apple. Tak lama setelah makan siang itu, Hwang mendapat kabar kalau Apple telah memutus kontrak Samsung sebagai salah satu penyuplai. "Saya berpikir, oh orang itu memang orang Apple dan mereka telah tahu. Saya sangat ketakutan," ungkap Hwang.

Setelah mendapat promosi pada Februari 2010, Hwang kemudian menyatakan ingin berhenti dari PGR. Namun, PGR kemudian menawarkan kenaikan bayaran dari US$200 per jam menjadi US$350, dan dibolehkan bekerja secara anonim. Hwang bekerja untuk PGR hingga Agustus 2010.

Samsung sendiri kemudian memecat Hwang pada Juni 2011, namun belum mengajukan tuntutan apapun terhadap Hwang.

Juru Bicara Samsung di California, Chris Goodhart, menolak berkomentar atas pengakuan Hwang. Juru Bicara Apple, Steve Dowling, juga tak bersedia memberikan komentar.

Siap Gugat, Samsung Tunggu iPhone 5 di Korea

iPhone saat ini merupakan produk yang masih menjadi penguasa pasar smartphone dan paling banyak terjual. Apple pun mempersiapkan peluncuran iPhone 5 untuk melanjutkan kedigdayaannya di pasar smartphone dunia.

Namun, sejumlah kasus hukum diperkirakan akan menghambat iPhone menguasai pasar smartphone. Apalagi, sejumlah gugatan telah diajukan Samsung yang menganggap Apple melakukan pelanggaran paten wireless milik Samsung yang digunakan pada produk iPhone dan iPad.

Gugatan telah diajukan Samsung di Jepang dan Australia. Selain itu, setidaknya ada 23 gugatan yang masih tertunda dalam pertentangan Apple vs Samsung di sejumlah negara, antara lain Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, seperti dikutip dari Korea Times, Samsung bahkan menanti peluncuran iPhone 5 di Korea Selatan, untuk mengajukan gugatan terhadap Apple di Korea Selatan.

"Tak lama setelah kedatangan iPhone 5 ke sini (Korea), Samsung berencana menuntut Apple ke pengadilan karena pelanggaran teknologi wireless milik Samsung," kata salah seorang eksekutif senior Samsung yang tak mau disebut namanya, kepada Korea Times.

"Selama Apple tidak ingin menjatuhkan fungsi telekomunikasi mobile-nya, tidak mungkin mereka menjual produk i-nya tanpa menggunakan produk yang telah kami patenkan. Kami akan terus berjuang melawan Apple selama gaung perlawanan hukum masih terdengar," jelasnya.

iPhone 5 kini menjadi incaran baru Samsung, bahkan sebelum beredar di pasaran. Korea Times menyebut iPhone 5 menggunakan Liquid Cristal Display (LCD) produksi LG, serta NAND flash memories dan prosesor aplikasi (APs) produksi Samsung, yang bisa menjadi celah.

"Apple merupakan pelanggan terbesar Samsung. HP, Nokia, dan Sony juga klien besar Samsung," ucap CEO Samsung Choi Gee-sung. "Dari sudut pandang kami, kami jelas tidak senang (dengan gugatan hukum yang diajukan Apple)."

Sebelumnya, Samsung kalah setelah putusan pengadilan di Jerman dan Belanda menyatakan sejumlah produk Samsung tipe Galaxy dianggap meniru produk iPad dan iPhone milik Apple. Samsung pun dilarang menjual tablet Galaxy Tab 10.1 di Jerman.

Namun Samsung kemudian mengubah strategi dengan mengajukan banding terhadap putusan pengadilan Jerman dan mengajukan gugatan kepada Apple di Australia. Di negeri kangguru itu, Galaxy Tab 10.1 juga dilarang beredar.

"Kami menggunakan taktik yang berbeda karena kami makin percaya diri," kata salah satu eksekutif Samsung lain yang menolak menyebut nama. "Kalau Samsung kemudian menang di Jerman itu akan menjadi terobosan dan menjadi ilham dalam perjuangan melawan produk seperti iPhone 5."

Samsung memang mengklaim Apple iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, dan iPad 2  melanggar tujuh paten terkait teknologi wireless.

"Penting untuk Tahu Sistem Operasi Favorit"

Perangkat mobile seperti smartphone dan tablet diprediksi akan banyak digunakan dalam mengakses internet. Penggunaan perangkat mobile untuk berinternet ini akan menggantikan akses internet dari komputer pribadi (PC) di rumah, yang saat ini masih digunakan oleh sebesar 94 persen di Asia Tenggara.
 
Walau demikian, lembaga riset Nielsen memperkirakan penggunaan perangkat portabel akan terus berkembang. "Dengan 61 persen dari pengguna internet mengatakan bahwa mereka akan mengakses internet melalui ponsel dalam 12 bulan ke depan," demikian keterangan tertulis yang disampaikan Nielsen.

Karena itu Nielsen pun kemudian mengatakan penting bagi pemilik media untuk memahami jenis perangkat dan sistem operasi yang digunakan netizen dalam mengakses internet. Sehingga konten yang disediakan akan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Nielsen pun kemudian menyebut, sistem operasi iOS milik iPhone dan Android akan banyak digunakan dalam mengakses internet. Saat ini, iOS merupakan sistem operasi yang digunakan iPhone dan iPad, sedangkan Android digunakan oleh sejumlah smartphone dan tablet, dan masih menguasai pasar smartphone dunia.

"Dengan meningkatnya penggunaan internet melalui non komputer pribadi, sistem operasi seperti iOS  dan Android mulai akan mengambil bagian yang besar dalam lalu lintas situs," kata Matt Bruce, Nielsen’s Managing Director  untuk  Audience Measurement  di wilayah Asia-Pasific, dalam keterangan tertulis itu.

Sedangkan, jika akses internet dilakukan dari komputer pribadi, maka sistem operasi Windows akan banyak digunakan. "Windows tetap menjadi sistem
operasional  yang paling digemari," ujar Bruce. 

Selain itu, Nielsen juga memperkirakan penetrasi smartphone akan semakin meningkat di tahun 2011. Data Nielsen menyebut, satu dari dua pengguna internet di Asia Tenggara yang belum memiliki smartphone berniat membeli smartphone di tahun 2011.

“Konsumen di di Asia Tenggara dengan cepat mengadopsi teknologi baru seperti smartphone dan tablet yang dapat menyediakan akses internet di mana saja," ucap Matt Bruce. 

Monday, September 19, 2011

Mengenal Teknologi Wireless “WIMAX”

Era Baru Teknologi Wireless
Prospek internet broadband, anytime, anywhere, anyone masih kelihatan jauh dari impian, masih jauh dari kenyataan untuk penggunaan luas bagi PC, laptop, mobile user. Namun dengan WiMAX hal tersebut akan segera menjadi kenyataan, sesuatu hal yang membuat penggunanya tidak dapat hidup tanpa teknologi ini. WiMAX adalah salah satu teknologi wireless yang paling popular saat ini.
Pengenalan
Faktor utama dibalik pertumbuhan luar biasa medium nirkabel adalah Kemampuan untuk memenuhi dua dari tiga komponen yang merupakan tujuan utama dari telekomunikasi: any information, any time, any place.
Sistem komunikasi nirkabel menyediakan anytime, anywhere communication. Beberapa karakteristik yang menarik dari sistem nirkabel adalah:
  • Perpindahan(mobility), system nirkabel memungkinkan komunikasi yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan pelayanan pengguna yang lebih baik. Sistem wireless juga memungkinkan pengguna mengakses informasi dari tempat mereka berada dan melakukan bisnis darimana pun.
  • Kemudahan(simplicity), system wireless lebih cepat dan lebih mudah dikembangkan daripada jaringan kabel.
  • Flexibility, sistem nirkabel menyediakan flexibility, pelanggan mengontrol penuh komunikasi yang dilakukan.
  • Biaya Pemasangan ( setup cost), komunikasi nirkabel dapat mencapai daerah yang sulit dicapai dengan kabel contoh daerah pinggiran, kendaraan dan lain-lain.
  • Penurunan biaya pelayanan (falling service cost), pelayanan nirkabel dengan cepat mendekati harga dari pelayanan kabel.
  • Kemampuan akses global Smart, sistem nirkabel menyediakan pelayanan baru seperti SMS dan MMS.